Kesinambungan atau Keterputusan: Gerakan Perempuan Nahdlatul Ulama tahun 1950an-1990an

Oleh: Makrus Ali

Alumnus Pascasarjana Sejarah FIB UGM

Dibandingkan dengan gerakan perempuan lainnya, gerakan perempuan Nahdatul Ulama sedikit terlambat. Manifestasi gerakan perempuan Nahdlatul Ulama ditandai dengan berdirinya Muslimat NU tahun 1946. Secara struktural Muslimat merupakan kepanjangan tangan Nahdlatul Ulama dalam bidang pengelolaan isu perempuan. Di luar jalur struktural, gerakan perempuan NU tumbuh seiring menguatnya gerakan perempuan di Indonesia. Aktifis-aktifis perempuan yang merepresentasikan NU terlibat aktif dalam gender discourse pada era 1990an.

Paper ini menganalisa sejauh mana konsistensi gerakan perempuan NU baik struktural maupun non-struktural dalam menyikapi persoalan perempuan. Konsistensi gerakan perempuan NU tidak bisa dilepaskan dengan dinamika yang berlangsung baik secara internal maupun eksternalĀ  NU. Tarik menarik antara kubu konservatif dan moderat dalam tubuh NU memengaruhi arah gerakan perempuan NU. Kondisi ini seringkali melahirkan ambivalensi gerakan perempuan NU. Sehingga mengakibatkan bentuk dari gerakan perempuan NU pada satu periode tertentu terlihat berbeda pada periode selanjutnya. Tidak jarang menunjukan sikap yang kontradiktif. Terkait penilaian konsistensi gerakan perempuan NU, paper ini akan fokus pada dua hal utama. Pertama relasi perempuan dan agama, kedua perempuan dan kepentingan publik.

Keywords: Sejarah Perempuan, Feminisme, Nahdlatul Ulama.

Continue reading